Lompat ke konten
waca bajo
IDEN
Gerakan literasi dari Labuan Bajo

Membaca kata, lalu membaca dunia.

Kami membuka ruang baca bersama warga, memandu kelas cerita untuk anak dan remaja, dan menjangkau kampung yang belum punya akses bacaan.

Tempat kami bekerja
Labuan BajoTempat kami bekerja
Berjalan bersama warga
Tiga programBerjalan bersama warga
Terbuka tanpa syarat
Semua usiaTerbuka tanpa syarat

Dari mana kami berangkat

Budaya membaca tumbuh saat orang, buku, dan cerita bertemu

Tiga hal yang menjelaskan kenapa gerakan ini ada dan ke mana arahnya.

Kenapa kami ada

Buku yang hanya tersedia di rak tidak membuat orang membaca. Yang membuat orang membaca biasanya orang lain yang mengajak.

Asal nama

“Waca” berarti “membaca”. Namanya lahir dari bahasa dan tanah tempat gerakan ini bertumbuh, di Labuan Bajo.

Cara kami memaknainya

Membaca adalah cara mengenal, memahami, mendengar, dan berbagi cerita. Dari situ orang tumbuh bersama.

Program

Tiga jalur, satu tujuan yang sama

Setiap program berjalan bersama warga setempat. Semuanya terbuka untuk relawan baru.

Rutin mingguanSemua usia

Ruang baca

Titik baca yang dibuka bersama warga — tempat buku berpindah tangan dan cerita berpindah kepala. Boleh datang untuk membaca, boleh juga sekadar duduk mendengarkan.

Anak & remajaDipandu relawan

Kelas cerita

Sesi menulis dan bercerita untuk anak dan remaja, dipandu relawan dari komunitas sekitar. Tidak ada yang dinilai, dan tidak ada cerita yang dianggap salah.

Keliling kampungBersama sekolah

Jalan literasi

Kunjungan keliling ke kampung dan sekolah yang belum terjangkau akses bacaan. Kami yang berangkat, bukan menunggu didatangi.

Yang kami percayai

GrowingThroughStories

Melalui buku, cerita, dan kebersamaan, kami membangun ruang tempat orang belajar, saling memahami, dan berkembang bersama.

Nilai

Empat nilai yang menjaga cara kami bekerja

Bukan slogan — ini yang kami pakai untuk memutuskan hal-hal kecil sehari-hari.

Bersama

Semua orang punya tempat yang sama.

Program disusun bersama warga, bukan dibawa jadi dari luar.

Terbuka

Semua orang punya kesempatan yang sama.

Tidak ada syarat usia, latar belakang, atau kemampuan membaca.

Berani mencoba

Cara baru kami uji, bukan diperdebatkan.

Kalau sebuah format tidak berhasil, kami menyebutnya dan menggantinya.

Berani memahami

Mendengar dulu, baru melanjutkan.

Setiap kegiatan ditutup dengan menanyakan apa yang berubah.

Cara bergabung

Mulai dari satu langkah kecil

Tidak perlu pengalaman mengajar. Yang dibutuhkan hanya waktu dan kesediaan mendengar.

  1. Kirim kabar

    Ceritakan siapa kamu dan waktu luangmu lewat email atau pesan Instagram. Satu paragraf sudah cukup.

  2. Ikut satu sesi

    Datang ke satu kegiatan sebagai pengamat dulu. Tidak ada komitmen apa pun setelahnya.

  3. Pilih peranmu

    Memandu kelas, merapikan koleksi, mengantar buku, atau mendokumentasikan — semuanya dibutuhkan.

Cerita berikutnya butuh satu orang lagi

Terbuka untuk relawan, penulis, guru, dan siapa pun yang ingin menumbuhkan budaya membaca di Labuan Bajo.