Lompat ke konten
waca bajo
Gerakan literasi dari Labuan Bajo

Membaca kata, membaca dunia.

Waca Bajo tumbuh di Labuan Bajo, dari orang-orang yang ingin membaca bersama. Kegiatannya sedang kami susun bersama warga, dan siapa pun boleh ikut sejak awal.

Kami percaya membaca adalah awal dari rasa ingin tahu, pemahaman, dan keberanian untuk melihat dunia secara lebih luas.

Tempat kami bekerja
Labuan BajoTempat kami bekerja
Terbuka tanpa syarat
Semua usiaTerbuka tanpa syarat

Dari mana kami berangkat

Budaya membaca tumbuh saat orang, buku, dan cerita bertemu

Tiga hal yang menjelaskan kenapa gerakan ini ada dan ke mana arahnya.

Kenapa kami ada

Buku yang hanya tersedia di rak tidak membuat orang membaca. Yang membuat orang membaca biasanya orang lain yang mengajak.

Asal nama

“Waca” berarti “membaca”. Namanya lahir dari bahasa dan tanah tempat gerakan ini bertumbuh, di Labuan Bajo.

Cara kami memaknainya

Membaca adalah cara mengenal, memahami, mendengar, dan berbagi cerita. Dari situ orang tumbuh bersama.

Yang kami percayai

GrowingThroughStories

Melalui buku, cerita, dan kebersamaan, kami membangun ruang tempat orang belajar, saling memahami, dan berkembang bersama.

Nilai

Empat nilai yang menjaga cara kami bekerja

Bukan slogan — ini yang kami pakai untuk memutuskan hal-hal kecil sehari-hari.

Bersama

Semua orang punya tempat yang sama.

Kegiatan disusun bersama warga, bukan dibawa jadi dari luar.

Terbuka

Semua orang punya kesempatan yang sama.

Tidak ada syarat usia, latar belakang, atau kemampuan membaca.

Berani mencoba

Cara baru kami uji, bukan diperdebatkan.

Kalau sebuah format tidak berhasil, kami menyebutnya dan menggantinya.

Berani memahami

Mendengar dulu, baru melanjutkan.

Setiap kegiatan ditutup dengan menanyakan apa yang berubah.

Ikut terlibat

Terbuka untuk siapa saja, apa pun latar belakangmu

Ruang untuk ikut terlibat — jadi relawan atau bentuk lain — sedang kami siapkan. Tidak ada syarat dan tidak perlu pengalaman: nanti kamu cukup ceritakan siapa kamu dan apa yang ingin kamu lakukan, dan kami hubungi balik begitu ruang ini resmi dibuka.

Kegiatan yang sedang kami siapkan

Bentuk dan jadwalnya belum kami tentukan. Semuanya akan disusun bersama orang-orang yang lebih dulu ikut, sesuai minat dan waktu yang ada.

Cerita berikutnya butuh satu orang lagi

Terbuka untuk pelajar, guru, perantau, dan siapa pun yang senang membaca — juga yang belum merasa punya peran apa-apa.